Adab Menyayangi yang Lebih Muda: 7 Teladan Rasulullah dalam Membimbing Anak-Anak

Kasih sayang kepada yang lebih muda merupakan salah satu fondasi akhlak mulia dalam ajaran Islam. Rasulullah ﷺ memberikan teladan agung bahwa mendidik dan membimbing anak-anak tidak selalu harus dengan sikap keras, melainkan dengan kelembutan, canda tawa, dan perhatian penuh yang mampu membekas di hati mereka.

Sikap menyayangi anak kecil bukanlah sekadar etika sosial biasa, melainkan bernilai ibadah yang dapat mendatangkan rahmat dari Allah Ta’ala. Berikut adalah 7 panduan dan teladan adab menyayangi yang lebih muda berdasarkan praktik langsung dari sunnah Rasulullah ﷺ.

Panduan Adab Menyayangi yang Lebih Muda Sesuai Sunnah

1. Menjadikan Kasih Sayang Sebagai Tanda Golongan Nabi

Langkah pertama dalam adab berinteraksi dengan anak-anak adalah menanamkan kasih sayang yang tulus. Syariat Islam sangat tegas dalam hal ini, hingga Rasulullah ﷺ menjadikan sikap menyayangi anak kecil sebagai salah satu parameter apakah seseorang benar-benar menghidupkan ajaran dan golongannya atau tidak.

📜 Hadits

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan tidak (pula) menghormati orang tua kami.”

Periwayat: Anas bin Malik
Sumber: HR. Tirmidzi no. 1919
Derajat: Shahih

2. Mencium dan Mengekspresikan Cinta Fisik

Sebagian orang dewasa terkadang merasa gengsi untuk menunjukkan kasih sayang fisik seperti memeluk atau mencium anak-anaknya. Padahal, Rasulullah ﷺ senantiasa mencium cucu-cucunya. Ketika seorang Arab Badui bernama Al-Aqra’ bin Habis melihat hal tersebut, ia mengaku memiliki sepuluh anak namun tidak pernah mencium satu pun dari mereka. Rasulullah ﷺ lantas memberikan teguran yang sangat mendalam.

📜 Hadits

مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ

“Barangsiapa tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.”

Periwayat: Abu Hurairah
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih

3. Mengucapkan Salam Kepada Anak-Anak

Sikap tawadhu’ (rendah hati) Rasulullah ﷺ tampak jelas saat beliau sedang berjalan dan berpapasan dengan anak-anak yang belum baligh. Beliau tidak mengabaikan mereka, melainkan dengan hangat menebarkan salam. Hal ini merupakan metode pendidikan agar anak-anak terbiasa dengan syiar Islam sejak dini.

📜 Hadits

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى غِلْمَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bertemu dengan beberapa orang anak kecil (yang sedang bermain), lalu beliau memberi salam kepada mereka.”

Periwayat: Anas bin Malik
Sumber: HR. Muslim no. 4031
Derajat: Shahih

4. Memanggil dengan Panggilan Kesayangan dan Mengajak Bercanda

Berkomunikasi dengan anak kecil membutuhkan pendekatan yang berbeda. Rasulullah ﷺ sering kali turun ke dunia anak-anak, mengajak mereka bercanda tanpa berdusta, serta memberikan nama panggilan kesayangan untuk menyenangkan hati mereka. Hal ini dilakukan beliau kepada adik Anas bin Malik yang sedang bersedih karena burung peliharaannya mati.

📜 Hadits

يَا أَبَا عُمَيْرٍ مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ

“Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan oleh Nughair (nama burung)?”

Periwayat: Anas bin Malik
Sumber: HR. Bukhari no. 5664
Derajat: Shahih

5. Mendoakan Kebaikan dan Ilmu Bagi yang Lebih Muda

Adab memuliakan yang lebih muda juga diwujudkan dengan merangkul mereka seraya memanjatkan doa-doa kebaikan, keberkahan, dan pemahaman ilmu. Praktik luhur ini sering diterima oleh para sahabat muda, salah satunya adalah sepupu beliau, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

📜 Hadits

ضَمَّنِي إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الْكِتَابَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendekapku sambil berdoa: ‘Ya Allah, ajarkanlah padanya al-kitab (Al-Qur’an).'”

Periwayat: Ibnu Abbas
Sumber: HR. Bukhari no. 6728
Derajat: Shahih

6. Mendahulukan Anak Kecil Saat Memberikan Buah Pertama

Nabi Muhammad ﷺ sangat memperhatikan kebahagiaan anak-anak. Diriwayatkan dalam Shahih Muslim, apabila para sahabat melihat buah kurma yang pertama kali masak dan memanennya, mereka akan membawanya kepada Rasulullah ﷺ. Setelah beliau mendoakan keberkahan untuk buah dan kota Madinah, beliau tidak memakannya sendiri, melainkan memanggil anak terkecil yang hadir di majelis tersebut lalu menyuapkan buah pertama itu kepadanya.

7. Bersikap Lembut dan Menoleransi Anak Saat Beribadah

Bahkan dalam kondisi ibadah shalat yang menuntut kekhusyukan, Rasulullah ﷺ tetap menunjukkan kelembutan luar biasa kepada anak-anak. Beliau pernah memanjangkan sujudnya semata-mata karena cucunya menaiki punggungnya, dan beliau tidak ingin mengganggu kesenangan sang anak. Di kesempatan lain, beliau menggendong cucu perempuannya saat shalat berjamaah.

📜 Hadits

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْمِلُ أُمَامَةَ بِنْتَ أَبِي الْعَاصِ … فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ عَلَى عَاتِقِهِ يَضَعُهَا إِذَا رَكَعَ وَيُعِيدُهَا إِذَا قَامَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui kami dengan menggendong Umamah binti Abil ‘Ash… Lalu beliau shalat dalam keadaan menggendongnya di atas pundak, jika ruku’ beliau meletakkannya, dan jika berdiri beliau menggendongnya kembali…”

Periwayat: Abu Qatadah
Sumber: HR. Sunan An-Nasai no. 827
Derajat: Shahih

Kesimpulan & Hikmah

Menyayangi dan membimbing yang lebih muda dengan penuh kelembutan adalah salah satu jalan terbaik untuk menanamkan akhlak Islam ke dalam jiwa mereka. Rasulullah ﷺ telah mematahkan budaya kekasaran Jahiliyah dengan menghadirkan metode pendidikan yang kaya akan pelukan, canda, doa, dan toleransi. Dengan menghidupkan sunnah menyayangi anak-anak ini, seorang Muslim pada hakikatnya sedang merawat generasi penerus sekaligus mengundang turunnya rahmat Allah Ta’ala ke dalam kehidupannya.

FAQ: Pertanyaan Seputar Menyayangi Anak-Anak

Mengapa menyayangi anak kecil sangat ditekankan dalam Islam?

Sikap menyayangi anak kecil ditekankan karena hal tersebut merupakan cerminan dari hati yang bersih dan beriman. Nabi ﷺ menegaskan bahwa Allah hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang memiliki sifat penyayang. Barangsiapa yang kehilangan rasa kasih sayang terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yang masih lemah, maka ia terancam tidak akan mendapatkan kasih sayang dari Allah Ta’ala di akhirat kelak.

Bolehkah memberikan salam kepada anak kecil yang belum baligh?

Sangat dianjurkan. Praktik ini merupakan sunnah yang secara rutin dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat seperti Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Memberi salam kepada anak-anak berfungsi untuk melatih ketawadhuan (kerendahan hati) orang dewasa, sekaligus mendidik anak-anak agar terbiasa dengan syiar Islam sejak dini sehingga melekat kuat dalam kepribadian mereka.

Bagaimana sikap terbaik jika anak kecil bermain dan mengganggu saat kita sedang shalat?

Sikap terbaik adalah meneladani kelembutan Rasulullah ﷺ. Beliau tidak pernah memarahi anak-anak yang mendekat saat beliau shalat. Bahkan, ketika cucu beliau menaiki punggungnya saat sujud, beliau memilih untuk memanjangkan sujudnya hingga sang anak merasa puas dan turun dengan sendirinya. Sikap penuh toleransi ini menjaga hati anak agar tidak trauma atau membenci lingkungan ibadah.

Sumber: Al-Qur’an, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Tirmidzi, Shahih Sunan An-Nasai, Syarah Riyadhush Shalihin.