Ajaran Islam sangat memperhatikan segala aspek kehidupan manusia, termasuk waktu istirahat dan tidur. Tidur di malam hari bukan sekadar rutinitas biologis untuk melepas lelah, melainkan sebuah karunia yang dapat bernilai ibadah jika diamalkan sesuai dengan petunjuk Rasulullah ﷺ.
Sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat istirahat ini, terdapat serangkaian adab yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebelum memejamkan mata. Berikut adalah 12 panduan praktis adab tidur sesuai sunnah yang dapat kita terapkan setiap malam.
Panduan Adab Tidur Sesuai Sunnah
1. Mengingat Nikmat Tidur sebagai Tanda Kekuasaan Allah
Sebelum tidur, seorang muslim dianjurkan untuk merenungkan bahwa tidur adalah salah satu tanda kebesaran Allah yang memberikan istirahat bagi fisik dan pikiran manusia setelah seharian beraktivitas.
وَمِنْ اٰيٰتِهٖ مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ ﴿٢٣﴾
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum: 23)
2. Tidak Tidur Terlalu Larut Malam (Begadang)
Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan untuk menyegerakan tidur setelah shalat Isya. Beliau tidak menyukai tidur sebelum Isya karena khawatir terlewat waktu shalat, dan tidak menyukai berbincang-bincang (begadang) setelahnya tanpa ada keperluan yang mendesak atau bernilai kebaikan, agar tubuh memiliki energi yang cukup untuk bangun di akhir malam.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum Isya’ dan bercakap-cakap sesudahnya.”
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih
3. Memadamkan Lampu, Menutup Pintu, dan Menutup Wadah Air
Demi keselamatan dan keamanan rumah dari bahaya seperti kebakaran atau gangguan hewan, sangat dianjurkan untuk memastikan api atau lampu telah padam, pintu terkunci, dan wadah makanan serta minuman tertutup rapat.
أَطْفِئُوا الْمَصَابِيحَ إِذَا رَقَدْتُمْ وَغَلِّقُوا الْأَبْوَابَ وَأَوْكُوا الْأَسْقِيَةَ وَخَمِّرُوا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ
“Matikanlah lampu-lampu kalian apabila kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu rumah kalian, tutuplah wadah-wadah kalian serta tutup pula tempat makan dan tempat minum kalian.”
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih
4. Berwudhu Sebelum Beranjak Tidur
Tidur dalam keadaan suci adalah kebiasaan mulia. Dengan berwudhu, seseorang mempersiapkan dirinya berada dalam kondisi terbaik, terutama mengingat tidur adalah “kematian kecil” di mana ruh manusia berada dalam genggaman Allah.
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudlulah seperti wudlu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu.”
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih
5. Mengibaskan Tempat Tidur
Sangat dianjurkan untuk membersihkan atau mengibaskan kasur dengan ujung kain sebelum membaringkan badan. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada kotoran atau serangga berbahaya yang mungkin hinggap di atasnya selama kita tinggalkan.
إِذَا أَوَى أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْفُضْ فِرَاشَهُ بِدَاخِلَةِ إِزَارِهِ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ
“Apabila salah seorang dari kalian hendak tidur, maka hendaklah ia mengibaskan di atas tempat tidurnya dengan kain sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang terdapat di atas kasurnya.”
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih
6. Tidur Berbaring pada Sisi Kanan
Posisi tidur yang paling disunnahkan adalah berbaring miring ke arah kanan. Sebagian ulama menjelaskan bahwa posisi ini tidak hanya wujud ketaatan terhadap perintah Nabi, tetapi juga menjadikan tidur tidak terlalu lelap, sehingga memudahkan seseorang untuk bangun di sepertiga malam.
7. Meletakkan Tangan Kanan di Bawah Pipi
Untuk menyempurnakan posisi miring ke kanan, sangat baik bila diiringi dengan meletakkan telapak tangan kanan sebagai alas bagi pipi kanan, sebagaimana yang dicontohkan secara langsung oleh beliau.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَسَّدُ يَمِينَهُ عِنْدَ الْمَنَامِ ثُمَّ يَقُولُ رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berbantal dengan tangan kanannya ketika tidur, kemudian beliau berdo’a, ‘Ya Tuhan, peliharalah aku dari siksa-Mu pada hari engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu’.”
Sumber: HR. Sunan Tirmidzi
Derajat: Shahih
8. Menghindari Posisi Tidur Tengkurap
Seorang muslim diimbau untuk tidak tidur dengan posisi tengkurap (bertumpu pada perut). Rasulullah secara tegas mengingatkan bahwa cara berbaring seperti ini adalah posisi yang tidak disukai oleh Allah Ta’ala.
رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مُضْطَجِعًا عَلَى بَطْنِهِ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ ضَجْعَةٌ لَا يُحِبُّهَا اللَّهُ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat ada seseorang tidur dengan tengkurap (bertumpu) pada perutnya. Beliau bersabda, ‘Tidur seperti ini (tengkurap) tidak disukai oleh Allah’.”
Sumber: HR. Sunan Tirmidzi
Derajat: Hasan Shahih
9. Membaca Ayat Kursi sebagai Penjagaan
Sebelum memejamkan mata, bacalah Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah ayat 255). Ayat agung ini menjadi wasilah perlindungan langsung dari Allah agar setan tidak berani mendekat hingga waktu pagi tiba.
“Apabila kamu hendak tidur di tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi dari awal hingga kamu selesaikan ayat… Akan senantiasa ada penjaga dari Allah untukmu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi.”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
10. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Rangkaian perlindungan paripurna di malam hari dilakukan dengan menyatukan kedua telapak tangan, meniupkannya dengan lembut, dan membacakan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, serta An-Nas. Setelah itu, usapkan kedua tangan tersebut ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, dimulai dari kepala dan wajah, sebanyak tiga kali.
11. Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Dzikir Fatimah)
Ketika Sayyidah Fatimah radhiyallahu ‘anha meminta seorang pembantu karena kelelahan bekerja, Rasulullah justru memberikan hadiah berupa amalan yang jauh lebih baik: mengucapkan Subhanallah (33 kali), Alhamdulillah (33 kali), dan Allahu Akbar (34 kali) sebelum memejamkan mata.
12. Membaca Doa Sebelum Tidur
Puncak penyerahan diri di penghujung hari adalah menguntai doa keselamatan. Nabi mencontohkan doa yang ringan namun bermakna sangat dalam, yang menegaskan bahwa kepemilikan atas hidup dan mati kita semata-mata hanya berada di Tangan Allah.
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
“Dengan nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
Kesimpulan & Hikmah
Tidur merupakan siklus kehidupan yang pasti dilewati manusia setiap hari. Namun, melalui bimbingan sunnah yang sangat indah, periode tidak sadar tersebut diubah menjadi rentetan pahala. Mulai dari kebersihan tubuh dengan wudhu, penjagaan keamanan rumah, hingga perlindungan batin dengan ayat Al-Qur’an dan dzikir. Mempraktikkan adab-adab ini mendidik kita akan hakikat sikap tawakal yang utuh (penyerahan diri penuh) kepada Sang Pencipta alam semesta.
FAQ: Pertanyaan Seputar Adab Tidur
Apakah tidur dengan posisi telentang diperbolehkan?
Boleh dan tidak dilarang. Di antara pendapat yang disebutkan ulama, tidur dengan posisi telentang tidak dilarang, asalkan aman dari terbukanya aurat. Walau demikian, tidur miring di atas sisi kanan adalah posisi yang paling utama dan sesuai dengan anjuran langsung Rasulullah ﷺ.
Bagaimana jika saya terbangun di tengah malam?
Jika terbangun di malam hari, sangat disunnahkan untuk berdzikir dan memuji Allah. Terdapat bacaan khusus yang diajarkan, seperti “La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu…”, lalu memohon ampun. Hadits menyebutkan bahwa siapa pun yang terbangun, berdzikir, lalu berdoa atau mengambil air wudhu untuk shalat, maka permohonannya dan shalatnya akan diterima oleh Allah Ta’ala.
Apa yang harus dilakukan bila mengalami mimpi buruk?
Mimpi buruk berasal dari gangguan setan. Rasulullah ﷺ membimbing agar ketika kita melihat mimpi yang tidak kita sukai, hendaknya kita meludah ringan (meniup tanpa air liur) ke arah kiri sebanyak tiga kali, lalu membaca ta’awwudz untuk berlindung kepada Allah dari setan dan keburukan mimpi tersebut. Setelah itu, ubahlah posisi tidur ke sisi yang berlawanan dan jangan menceritakan mimpi tersebut kepada siapa pun agar keburukannya tidak membahayakan diri kita.
Sumber: Al-Qur’an, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Abu Daud, Shahih Sunan An-Nasa’i, Shahih Sunan Tirmidzi, Shahih Sunan Ibnu Majah, Syarah Riyadhush Shalihin.