Adab Sesudah Makan: Doa Syukur dan Cara Membersihkan Sisa Makanan Sesuai Sunnah

Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia dengan sangat indah, termasuk adab setelah selesai menyantap hidangan. Mengamalkan sunnah sesudah makan bukan hanya wujud rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendatangkan keberkahan serta ampunan dosa.

Adab dan Sunnah Sesudah Makan

Rasulullah telah mencontohkan serangkaian adab yang patut diteladani ketika seseorang selesai dari aktivitas makannya. Adab-adab ini mencakup ucapan lisan maupun tindakan fisik dalam memperlakukan sisa makanan.

Membaca Doa dan Memuji Allah

Hal pertama yang paling utama dilakukan sesudah makan adalah memuji Allah atas nikmat makanan yang telah disajikan. Ucapan syukur yang tulus dari seorang hamba dapat mendatangkan rida Allah kepadanya.

📜 Hadits

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنْ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya Allah sangat rida kepada hamba-Nya yang memakan suatu makanan lalu memuji-Nya atas makanan tersebut.”

Periwayat: Anas bin Malik
Sumber: HR. Shahih Muslim no. 4915
Derajat: Shahih

Selain mendapatkan rida Allah, Rasulullah juga mengajarkan doa khusus sesudah makan yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu sebagai penghapus dosa-dosa yang telah lalu.

📜 Hadits

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa memakan makanan, kemudian membaca, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan telah memberiku rezeki tanpa daya dan usahaku,’ niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Periwayat: Mu’adz bin Anas Al-Juhani
Sumber: HR. Shahih Sunan Tirmidzi no. 3458
Derajat: Hasan

Menjilati Jari Jemari dan Piring (Membersihkan Sisa Makanan)

Sebelum mencuci tangan dengan air atau mengelapnya dengan tisu dan serbet, sunnah yang sangat ditekankan adalah menjilati jari-jemari tangan yang digunakan untuk makan (terutama jika makan menggunakan tiga jari). Selain itu, dianjurkan pula untuk membersihkan sisa makanan yang menempel di piring.

📜 Hadits

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا أَوْ يُلْعِقَهَا

“Jika salah seorang di antara kalian telah makan suatu makanan, maka janganlah ia mencuci (mengelap) tangannya sampai ia menjilatinya, atau menjilatkannya kepada orang lain.”

Periwayat: Ibnu Abbas
Sumber: HR. Shahih Bukhari no. 5035 (dan Muslim)
Derajat: Muttafaq ‘alaih

Di antara penjelasan ulama, hikmah dari adab ini adalah karena seorang hamba tidak mengetahui di bagian makanan manakah Allah meletakkan keberkahan. Mungkin saja keberkahan tersebut berada pada sisa makanan terakhir yang menempel di piring atau di ujung jari.

Mengambil Makanan yang Terjatuh

Sikap menghargai nikmat Allah ditunjukkan dengan tidak menyia-nyiakan sebutir pun makanan. Apabila ada suapan makanan yang tidak sengaja terjatuh ke lantai atau alas makan, syariat membimbing kita untuk memungutnya dan menyingkirkan kotoran yang menempel padanya, bukan membuangnya begitu saja.

📜 Hadits

إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ

“Apabila suapan makanan salah seorang diantara kalian jatuh, ambillah kembali lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih. Jangan dibiarkannya dimakan setan.”

Periwayat: Jabir bin Abdullah
Sumber: HR. Shahih Muslim no. 3794
Derajat: Shahih

Kesimpulan & Hikmah

Adab sesudah makan mengajarkan kita untuk sangat menghargai setiap karunia rezeki yang Allah turunkan. Dengan memanjatkan doa syukur, membersihkan piring hingga bersih, menjilati jari, hingga mau merendahkan hati memungut makanan yang terjatuh, seorang muslim senantiasa menjaga keberkahan hartanya dan menutup rapat celah bagi setan untuk ikut campur memakan rezekinya.

FAQ: Pertanyaan Seputar Adab Sesudah Makan

Bolehkah langsung mencuci tangan dengan air atau tisu setelah makan?

Sunnahnya adalah membersihkan atau menjilati jari-jemari terlebih dahulu sebelum mengelapnya dengan serbet, tisu, atau mencucinya dengan air. Hal ini sesuai dengan larangan Nabi bagi seseorang yang mengusap tangannya dengan serbet sebelum ia menjilati sisa makanan, karena kita tidak mengetahui di bagian mana keberkahan makanan itu berada.

Apakah kita harus memakan makanan yang jatuh meskipun kotor?

Sesuai petunjuk Nabi, jika makanan tersebut jatuh, kita dianjurkan untuk mengambilnya, lalu membuang atau menyeka bagian yang terkena kotoran (seperti debu atau ranting kecil), dan memakan bagian yang masih bersih. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan agar makanan tersebut tidak menjadi jatah bagi setan.

Apa ucapan syukur yang paling ringan dibaca setelah makan?

Cukup dengan mengucapkan “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah). Berdasarkan hadits shahih, Allah sangat rida kepada hamba-Nya yang memakan suatu makanan lalu memuji-Nya. Namun, jika memungkinkan, sangat dianjurkan membaca doa yang lebih lengkap (seperti Alhamdulillahilladzi ath’amani hadza…) untuk meraih ampunan dari dosa-dosa yang telah lalu.

Sumber: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Tirmidzi, Minhajul Muslim, Syarah Riyadhussalihin.