Pakaian adalah nikmat besar dari Allah yang berfungsi untuk menutupi aurat sekaligus menjadi perhiasan bagi manusia. Dalam Islam, memakai pakaian bukanlah sekadar rutinitas harian, melainkan bentuk ibadah yang diatur adabnya agar kita senantiasa terhindar dari tipu daya setan yang selalu berusaha merusak kehormatan dan ketakwaan manusia.
Pakaian Sebagai Penutup Aurat dan Benteng Ketakwaan
Sejak manusia pertama diciptakan, setan memiliki misi utama untuk menelanjangi dan menyingkap aurat manusia. Oleh karena itu, syariat Islam memberikan perhatian besar terhadap fungsi pakaian sebagai benteng perlindungan, baik secara lahir maupun batin.
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطٰنُ كَمَآ اَخْرَجَ اَبَوَيْكُمْ مِّنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءٰتِهِمَا ۗ…
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya…” (QS. Al-A’raf: 27)
Di antara penjelasan tafsir yang disebutkan dalam rujukan (Tafsir As-Sa’di), Allah memperingatkan agar manusia selalu waspada terhadap godaan setan yang berusaha menghiasi kemaksiatan. Pakaian lahiriah menutupi aib jasmani, namun “pakaian takwa” adalah penutup batin yang paling baik dan paling utama untuk menangkal godaan tersebut.
Adab Memakai Pakaian Sesuai Sunnah
Untuk meraih keberkahan dalam berpakaian dan menangkal pengaruh buruk setan, Rasulullah mencontohkan beberapa adab praktis yang sangat mudah diamalkan sehari-hari.
Membaca Doa dan Memohon Perlindungan
Ketika mengenakan pakaian, terutama pakaian yang baru, Rasulullah mengajarkan sebuah doa khusus. Doa ini berisi pujian kepada Allah sekaligus permohonan perlindungan dari keburukan yang mungkin ditimbulkan oleh pakaian tersebut.
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ
“Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkau yang telah memberikan pakaian kepadaku, maka aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan yang ditimbulkannya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang ditimbulkannya.”
Sumber: HR. Sunan Abu Daud no. 4020
Derajat: Shahih
Berdasarkan keterangan dalam Syarah Riyadhussalihin, memohon perlindungan dari “kejelekan pakaian” sangatlah penting. Pakaian bisa saja menjadi pintu masuk godaan setan apabila ia membawa pemiliknya kepada kesombongan, sikap merendahkan orang lain, atau menjadi sarana fitnah (kerusakan akhlak) yang dilarang dalam agama.
Mendahulukan Bagian Kanan
Islam sangat memuliakan bagian kanan untuk hal-hal yang baik. Disebutkan dalam rujukan Minhajul Muslim dari penuturan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah selalu suka memulai dengan bagian kanan dalam segala urusannya yang baik, termasuk ketika mengenakan pakaian, bersisir, dan mengenakan sandal.
Mengutamakan Pakaian Berwarna Putih
Meskipun Islam memperbolehkan berbagai macam warna pakaian selama memenuhi syarat menutup aurat, Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk mengenakan pakaian berwarna putih karena dinilai lebih bersih dan suci.
الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ
“Pakailah pakaian kalian yang berwarna putih, karena itu adalah pakaian terbaik kalian. Selain itu, kafanilah jenazah kalian dengan (kain warna putih).”
Sumber: HR. Sunan Abu Daud no. 3878
Derajat: Shahih
Kesimpulan & Hikmah
Memakai pakaian dalam Islam tidak hanya berfungsi menutupi tubuh dari panas dan dingin, tetapi juga menjadi cerminan ketakwaan seseorang. Dengan membaca doa saat berpakaian, mendahulukan bagian kanan, dan mengindari kesombongan, seorang muslim secara otomatis telah membangun benteng perlindungan (ta’awwudz) agar pakaiannya tidak diubah oleh setan menjadi sarana kemaksiatan dan fitnah.
FAQ: Pertanyaan Seputar Memakai Pakaian
Mengapa kita dianjurkan memohon perlindungan dari sebuah pakaian?
Di antara penjelasan yang disebutkan dalam Syarah Riyadhussalihin, pakaian dapat menjadi sumber keburukan jika pemakainya tidak berhati-hati. Pakaian tersebut mungkin memicu sifat ujub (bangga diri), memancing fitnah pandangan yang haram, atau bahkan menjadi sarana yang menyeret pemakainya kepada dosa kesombongan akibat bujukan setan.
Bagaimana hukumnya memakai pakaian dengan niat menyombongkan diri?
Sangat dilarang keras dalam syariat Islam. Disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Umar bahwa Rasulullah memperingatkan barangsiapa yang mengenakan pakaian (pakaian syuhrah/kebanggaan) dengan penuh kesombongan di dunia, maka Allah akan memakaikan kepadanya pakaian kehinaan pada hari Kiamat kelak. Pakaian seharusnya melahirkan rasa syukur, bukan keangkuhan.
Apakah doa memakai pakaian hanya dibaca saat memakai baju baru?
Doa panjang yang diajarkan oleh Rasulullah (memohon kebaikan dan berlindung dari keburukan pakaian) secara khusus disebutkan dalam hadits ketika beliau mengenakan pakaian atau serban yang baru. Namun, untuk pakaian sehari-hari secara umum, seorang muslim tetap disunnahkan untuk membaca “Bismillah” guna meraih keberkahan dalam setiap aktivitasnya.
Sumber: Al-Qur’an, Tafsir As Sa’di, Shahih Sunan Abu Daud, Minhaj Al-Muslim, Syarah Riyadhussalihin.