Bepergian atau melakukan perjalanan jauh (safar) adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Baik untuk bekerja, berdakwah, menuntut ilmu, maupun menyambung silaturahmi. Dalam Islam, safar tidak sekadar aktivitas fisik berpindah tempat, melainkan memiliki tata krama agar setiap langkah diberkahi dan dilindungi oleh Allah Ta’ala.
Agama Islam telah mengatur secara rinci panduan bagi seorang musafir. Dengan mengamalkan adab-adab ini, rasa lelah dalam perjalanan akan bernilai ibadah di sisi Allah. Berikut adalah panduan komprehensif adab safar sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah ๏ทบ.
Panduan Adab Perjalanan Jauh (Safar) Sesuai Sunnah
1. Berangkat pada Hari Kamis atau Awal Siang Hari
Jika memungkinkan untuk mengatur jadwal, sangat dianjurkan untuk memulai perjalanan pada hari Kamis atau di waktu pagi hari. Waktu pagi adalah waktu yang diberkahi oleh doa Rasulullah ๏ทบ, sehingga awal perjalanan akan terasa lebih mudah dan penuh kelancaran.
ูููููู ูุง ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฎูุฑูุฌู ููู ุณูููุฑู ุฅููููุง ููููู ู ุงููุฎูู ููุณู
“Jarang sekali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar untuk bepergian kecuali pada hari Kamis.”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
2. Menghindari Perjalanan Sendirian
Syariat Islam sangat memperhatikan keamanan dan keselamatan jiwa. Bepergian jauh sendirian sangat tidak dianjurkan, terutama di malam hari. Dianjurkan untuk mencari teman seperjalanan dan mengangkat salah satunya sebagai pemimpin rombongan (amir) agar urusan menjadi lebih tertata.
ูููู ููุนูููู ู ุฃูุญูุฏูููู ู ู ูุง ููู ุงููููุญูุฏูุฉู ู ูุง ุณูุงุฑู ุฃูุญูุฏู ุจููููููู ููุญูุฏููู
“Seandainya seseorang di antara kalian mengetahui apa yang terjadi saat ia sedang dalam kesendirian, tentu tidaklah seorang pun (berani) berjalan sendirian di malam hari.”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
3. Membaca Doa Ketika Menaiki Kendaraan
Ketika musafir telah duduk tegak di atas kendaraannya (baik pesawat, mobil, kereta, maupun kapal), ia disunnahkan untuk bertakbir tiga kali dan memanjatkan doa safar. Doa ini mengandung kepasrahan total serta permohonan agar Allah menjadi pelindung selama perjalanan.
ุณูุจูุญูุงูู ุงูููุฐูู ุณูุฎููุฑู ููููุง ููุฐูุง ููู ูุง ูููููุง ูููู ู ูููุฑูููููู ููุฅููููุง ุฅูููู ุฑูุจููููุง ููู ูููููููุจูููู… ุงููููููู ูู ุฅููููุง ููุณูุฃููููู ููู ุณูููุฑูููุง ููุฐูุง ุงููุจูุฑูู ููุงูุชููููููู…
“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini…”
Sumber: HR. Muslim
Derajat: Shahih
4. Bertakbir Saat Jalan Menanjak dan Bertasbih Saat Menurun
Petunjuk Rasulullah ๏ทบ sangatlah detail hingga mencakup kondisi geografis yang dilewati. Ketika kendaraan bergerak naik atau lepas landas, dianjurkan untuk mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar) untuk membuang rasa sombong. Saat kendaraan turun atau mendarat, dianjurkan membaca Subhanallah (Maha Suci Allah).
ูููููุง ุฅูุฐูุง ุตูุนูุฏูููุง ููุจููุฑูููุง ููุฅูุฐูุง ููุฒูููููุง ุณูุจููุญูููุง
“Apabila kami berjalan mendaki (naik), kami bertakbir dan apabila menuruni jalan kami bertasbih.”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
5. Berdoa Saat Singgah di Suatu Tempat
Dalam perjalanan, adakalanya kita harus singgah untuk beristirahat, makan, atau bermalam di tempat asing. Islam mengajarkan sebuah doa perlindungan agar kita terhindar dari segala bahaya atau gangguan makhluk di tempat singgah tersebut.
ุฃูุนููุฐู ุจูููููู ูุงุชู ุงูููููู ุงูุชููุงู ููุฉู ู ููู ุดูุฑูู ู ูุง ุฎููููู
“Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdoa: ‘Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan,’ niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga dia pergi dari tempat itu.”
Sumber: HR. Muslim
Derajat: Shahih
6. Kewajiban Adanya Mahram Bagi Musafir Wanita
Untuk menjaga kehormatan dan keamanan wanita muslimah, syariat menetapkan aturan tegas agar wanita tidak melakukan perjalanan jauh sendirian. Ia wajib didampingi oleh suami atau kerabat mahramnya yang laki-laki.
ููุง ููุญูููู ููุงู ูุฑูุฃูุฉู ุชูุคูู ููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู ู ุงููุขุฎูุฑู ุชูุณูุงููุฑู ู ูุณููุฑูุฉู ููููู ู ุฅููููุง ู ูุนู ุฐูู ู ูุญูุฑูู ู
“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhirat untuk mengadakan perjalanan sejauh sehari perjalanan kecuali disertai mahramnya.”
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih
7. Memperhatikan Hak Kendaraan dan Tempat Istirahat
Apabila bepergian menggunakan hewan tunggangan, musafir diperintahkan untuk berlaku lemah lembut; memberikan kesempatan makan saat melewati daerah subur, dan mempercepat perjalanan di daerah tandus. Jika bermalam, hindarilah beristirahat tepat di tengah jalan raya karena jalan adalah tempat melintasnya binatang pada malam hari.
ุฅูุฐูุง ุณูุงููุฑูุชูู ู ููู ุงููุฎูุตูุจู ููุฃูุนูุทููุง ุงููุฅูุจููู ุญูุธููููุง ู ููู ุงููุฃูุฑูุถู… ููุฅูุฐูุง ุนูุฑููุณูุชูู ู ุจูุงูููููููู ููุงุฌูุชูููุจููุง ุงูุทููุฑูููู
“Apabila kalian melalui padang rumput yang subur maka berilah haknya unta (merumput) di bumi, dan bila kamu berjalan di musim kemarau maka percepatlah perjalananmu. Dan bila kamu istirahat dalam perjalanan malam hari maka jauhilah jalan raya…”
Sumber: HR. Muslim
Derajat: Shahih
8. Segera Pulang Setelah Urusan Selesai
Keluarga yang ditinggalkan di rumah memiliki hak atas diri kita. Oleh karena itu, apabila tujuan safar telah tertunaikan, sangat dianjurkan untuk tidak berlama-lama membuang waktu dan segera pulang ke pelukan keluarga.
ุงูุณููููุฑู ููุทูุนูุฉู ู ููู ุงููุนูุฐูุงุจู ููู ูููุนู ุฃูุญูุฏูููู ู ููููู ููู ููุทูุนูุงู ููู ููุดูุฑูุงุจููู ููุฅูุฐูุง ููุถูู ุฃูุญูุฏูููู ู ููููู ูุชููู ููููููุนูุฌูููู ุฅูููู ุฃููููููู
“Safar (bepergian) itu bagian (setengah) dari azab (siksaan) karena menghalangi seseorang dari tidur, makan dan minumnya. Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusannya hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya.”
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih
Kesimpulan & Hikmah
Safar memang sering kali membawa kepenatan secara fisik dan batin. Namun, dengan mengamalkan adab-adab perjalanan di atasโseperti membaca doa, menjaga zikir di sepanjang jalan, tidak bepergian sendirian, serta memperhatikan hak-hak kerabat maupun kendaraanโseorang muslim sejatinya sedang mengubah perjalanannya menjadi ladang ibadah yang senantiasa berada dalam pengawasan dan rahmat Allah.
FAQ: Pertanyaan Seputar Safar
Apakah musafir diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan?
Syariat Islam memberikan keringanan (rukhshah) bagi musafir untuk berbuka puasa jika perjalanan tersebut dirasa berat dan menggantinya di hari lain. Rasulullah ๏ทบ sendiri pernah berpuasa dalam safarnya dan pernah pula berbuka. Sebagaimana dijelaskan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, barangsiapa yang ingin berpuasa silakan berpuasa, dan barangsiapa yang ingin berbuka silakan berbuka, sesuai dengan kondisinya masing-masing.
Bagaimana cara melaksanakan shalat sunnah saat berada di atas kendaraan?
Untuk shalat wajib (fardhu), seseorang harus berusaha menghadap kiblat dan turun dari kendaraan jika memungkinkan. Namun, untuk shalat sunnah (seperti shalat malam atau witir), terdapat kelonggaran. Rasulullah ๏ทบ pernah melaksanakan shalat sunnah di atas tunggangannya ke arah mana pun hewan tunggangannya berjalan, cukup dengan menggunakan isyarat.
Apakah diperbolehkan membawa Al-Qur’an (mushaf) ketika bepergian jauh?
Terdapat larangan dari Rasulullah ๏ทบ (sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Umar) untuk bepergian membawa mushaf Al-Qur’an secara langsung ke negeri musuh. Hal ini ditetapkan karena adanya kekhawatiran mushaf tersebut akan dirampas dan dihinakan oleh mereka. Adapun untuk kondisi yang dipastikan aman, para ulama menjelaskan bahwa membawanya untuk dibaca di perjalanan diperbolehkan.
Sumber: Al-Qur’an, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Abu Daud, Shahih Sunan Tirmidzi, Syarah Riyadhush Shalihin, Ringkasan Zad Al Ma’ad.