Adab Keluar Masjid: Amalan Sunnah dan Doa Saat Melangkah Pulang

Masjid adalah rumah Allah yang mulia, tempat seorang muslim mencurahkan ketaatan dan mencari rahmat-Nya. Sebagaimana syariat mengatur tata cara ketika memasukinya, Islam juga memberikan panduan dan adab yang sempurna ketika seorang hamba hendak melangkah keluar dari masjid untuk kembali pada urusan dunianya.

Adab keluar masjid bukan sekadar rutinitas, melainkan rangkaian doa dan adab yang bertujuan menjaga seorang muslim agar senantiasa berada dalam perlindungan dan karunia Allah Ta’ala. Berikut adalah amalan sunnah saat keluar dari masjid.

Panduan Adab Keluar Masjid Sesuai Sunnah

1. Mendahulukan Kaki Kiri Saat Melangkah Keluar

Syariat Islam mengajarkan kaidah umum yang indah terkait penggunaan anggota tubuh. Bagian kanan digunakan untuk hal-hal yang mulia dan masuk ke tempat yang baik, sedangkan bagian kiri digunakan untuk kebalikannya. Oleh karena itu, dianjurkan mendahulukan kaki kiri ketika keluar dari masjid, berbeda dengan saat masuk yang disunnahkan mendahulukan kaki kanan.

2. Mengucapkan Salam kepada Rasulullah ﷺ

Sebagaimana ketika masuk masjid, seorang muslim juga disunnahkan untuk mengucapkan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ saat hendak meninggalkannya. Ini adalah bentuk penghormatan dan kecintaan kepada pembawa risalah kebenaran.

3. Membaca Doa Memohon Karunia (Fadhl)

Ketika melangkahkan kaki keluar dari masjid, seorang muslim sedang berpindah dari tempat mencari rahmat menuju alam luas untuk mencari rezeki atau karunia Allah. Oleh karena itu, Nabi ﷺ mencontohkan doa khusus yang sangat ringkas namun bermakna dalam.

📜 Hadits

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

“Apabila salah seorang dari kalian masuk ke dalam masjid, maka hendaklah mengucapkan, ‘Ya Allah, bukakan bagiku pintu-pintu rahmat-Mu’. Jika keluar dari masjid, maka hendaklah mengucapkan, ‘Ya Allah, aku memohon karunia-Mu’.”

Periwayat: Abu Humaid atau Abu Usaid
Sumber: HR. Muslim dan Abu Daud
Derajat: Shahih

4. Memohon Perlindungan dari Godaan Setan

Di luar masjid, setan senantiasa menunggu untuk menggoda dan menggelincirkan manusia dari jalan ketaatan. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk menambah doa keluar masjid dengan permohonan perlindungan dari setan yang terkutuk.

📜 Hadits

وَإِذَا خَرَجَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Dan apabila ingin keluar dari masjid, maka hendaknya ia mengucapkan salam kepada Nabi dan membaca doa, ‘Ya Allah, jagalah diriku dari syetan yang terkutuk’.”

Periwayat: Abu Hurairah
Sumber: HR. Ibnu Majah
Derajat: Shahih

5. Mengharap Pahala pada Langkah Kepulangan

Langkah seorang muslim tidak hanya bernilai pahala saat ia berangkat menuju masjid, melainkan juga saat ia melangkah pulang ke rumahnya. Jika seorang hamba berniat dengan tulus, setiap langkah kepulangannya akan dicatat sebagai kebaikan oleh Allah Ta’ala.

Disebutkan dalam sebuah riwayat yang shahih mengenai seorang sahabat yang rumahnya jauh dari masjid. Ketika disarankan untuk membeli keledai agar mudah ke masjid saat gelap, ia menolak karena ia berharap langkah berangkat dan langkah pulangnya senantiasa dicatat sebagai pahala. Rasulullah ﷺ membenarkan hal tersebut dengan bersabda, “Sungguh baginya apa yang dia niatkan.”

6. Bertebaran Mencari Rezeki yang Halal

Setelah menunaikan kewajiban shalat, terutama shalat Jumat, seorang muslim dianjurkan untuk tidak berdiam diri tanpa tujuan jika memang ada urusan pekerjaan. Keluarlah dari masjid untuk menjemput rezeki dengan tetap memperbanyak zikir di dalam hati.

📖 Al-Qur’an

فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ﴿١٠﴾

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Kesimpulan & Hikmah

Adab keluar masjid mencerminkan keseimbangan hidup seorang muslim antara urusan akhirat dan dunia. Saat masuk ke masjid, kita memohon “Rahmat” karena kita memasuki tempat ibadah murni. Namun saat keluar, kita memohon “Fadhl” (Karunia) karena kita kembali ke dunia nyata untuk bekerja, berniaga, dan berinteraksi sosial. Dengan mendahulukan kaki kiri, bershalawat, berdoa, serta memohon penjagaan dari setan, seorang muslim akan membawa ketenangan dari dalam masjid untuk menghadapi tantangan hidup di luar rumah Allah dengan penuh keberkahan.

FAQ: Pertanyaan Seputar Keluar Masjid

Mengapa doa keluar masjid meminta karunia (fadhl) bukan rahmat?

Para ulama menjelaskan bahwa di dalam masjid, seorang muslim fokus beribadah dan mengharapkan rahmat serta ampunan Allah. Sedangkan ketika keluar masjid, ia kembali bertebaran di muka bumi untuk mencari penghidupan dan rezeki yang halal. Rezeki dan kemudahan urusan duniawi inilah yang disebut sebagai karunia atau fadhl Allah.

Bolehkah saya langsung keluar masjid setelah imam mengucapkan salam?

Meskipun diperbolehkan jika ada urusan yang mendesak, sangat disunnahkan untuk berdiam sejenak membaca zikir setelah shalat. Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk membaca istighfar, tahlil, tasbih, tahmid, dan takbir terlebih dahulu sebelum beranjak. Meninggalkan zikir secara sengaja tanpa uzur berarti melewatkan pahala yang sangat besar.

Apakah langkah pulang dari masjid benar-benar dihitung pahala?

Ya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang shahih, niat yang tulus akan membuat langkah kepulangan dari masjid dihitung sebagai pahala, sama seperti langkah keberangkatan. Ini merupakan wujud keluasan rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya yang memakmurkan masjid.

Sumber: Al-Qur’an, Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Muslim, Shahih Sunan Abu Daud, Shahih Sunan Ibnu Majah, Minhajul Muslim, Syarah Riyadhush Shalihin.