Adab Merapikan Tempat Bed: Sunnah Mengibas Kasur Sebelum dan Sesudah Tidur

Islam adalah agama yang paripurna, mengatur setiap jengkal aktivitas manusia mulai dari bangun tidur hingga kembali terlelap. Salah satu adab harian yang sering kali terabaikan adalah tata krama dalam merapikan tempat tidur. Dalam syariat Islam, merapikan kasur bukan sekadar urusan kebersihan fisik, melainkan sebuah sunnah yang bernilai ibadah dan perlindungan bagi seorang hamba.

Sunnah Mengibas Kasur Sebelum Tidur

Sebelum merebahkan tubuh untuk beristirahat di malam hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sebuah adab perlindungan yang sangat praktis, yaitu mengibaskan tempat tidur. Hal ini dilakukan karena seseorang tidak pernah tahu apa yang hinggap di atas kasurnya selama ia meninggalkannya, seperti debu, kotoran, atau bahkan serangga yang berbahaya.

📜 Hadits

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ فِرَاشَهُ فَلْيَنْفُضْهُ بِصَنِفَةِ ثَوْبِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَلْيَقُلْ بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ…

“Jika salah seorang diantara kalian mendatangi kasurnya (tidur), hendaklah ia mengibaskannya dengan ujung kainnya sebanyak tiga kali, dan hendaklah memanjatkan doa: Dengan menyebut nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan pinggangku dan atas nama-Mu aku mengangkatnya…”

Periwayat: Abu Hurairah
Sumber: HR. Shahih Bukhari no. 6844
Derajat: Shahih

Dalam riwayat lain yang disebutkan dalam Shahih Muslim nomor 4889, dijelaskan pula bahwa ketika seseorang mengambil alat pembersih atau menggunakan bagian dalam ujung sarungnya untuk mengibaskan kasur, ia sangat dianjurkan untuk menyebut nama Allah (membaca Bismillah).

Sunnah Mengibas Saat Kembali ke Tempat Tidur

Adab menjaga kebersihan tempat tidur ini tidak hanya berlaku di awal malam saja. Terkadang seseorang terbangun di pertengahan malam untuk melaksanakan qiyamul lail (shalat malam), membuang hajat, atau minum. Ketika ia kembali untuk melanjutkan tidurnya, sunnah mengibaskan kasur ini kembali dianjurkan untuk dilakukan.

📜 Hadits

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ عَنْ فِرَاشِهِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهِ فَلْيَنْفُضْهُ بِصَنِفَةِ إِزَارِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ بَعْدُ

“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tempat tidurnya, kemudian ia kembali ke sana, maka hendaklah ia mengipratkan (tempat tidur)nya dengan ujung sarungnya sebanyak tiga kali. (Sebab) sesungguhnya ia tidak mengetahui apa yang telah ditinggalkan untuknya — sebelumnya —.”

Periwayat: Abu Hurairah
Sumber: HR. Shahih Sunan Tirmidzi no. 3401
Derajat: Hasan

Berbaring Miring ke Kanan Setelah Merapikan Kasur

Setelah kasur dipastikan bersih dengan kibasan, adab selanjutnya yang menyempurnakan kualitas tidur seorang muslim adalah posisi berbaring. Di dalam rujukan Mukhtashar Minhajul Qashidin dijelaskan bahwa setelah mengibaskan bagian dalam kain ke kasur, seseorang hendaknya berbaring di atas sisi kanan badannya.

Sambil merebahkan diri, lisan senantiasa dibasahi dengan zikir dan penyerahan diri secara total kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Doa-doa sebelum tidur yang diajarkan oleh Nabi merupakan bentuk tawakal yang agung, menyadari bahwa tidur adalah “kematian kecil”, dan hanya Allah-lah yang berkuasa menahan jiwa tersebut atau melepaskannya kembali di pagi hari.

Kesimpulan & Hikmah

Merapikan dan mengibaskan tempat tidur merupakan sunnah Rasulullah yang memadukan kebersihan fisik dan penjagaan spiritual. Dengan mengibaskan kasur sebanyak tiga kali sambil menyebut nama Allah, seorang hamba terhindar dari gangguan hewan atau kotoran yang tak kasat mata. Hal ini menunjukkan betapa sempurnanya kasih sayang syariat Islam yang membimbing umatnya untuk senantiasa waspada, menjaga kebersihan, dan menautkan hati kepada Allah bahkan di saat-saat paling lengah seperti waktu tidur.

FAQ: Pertanyaan Seputar Merapikan Tempat Tidur

Apa hikmah dari mengibaskan tempat tidur sebelum berbaring?

Syariat Islam membimbing kita untuk mengibaskan kasur karena keterbatasan pengetahuan manusia. Rasulullah menjelaskan alasannya secara logis, yaitu karena seseorang tidak tahu apa yang mungkin hinggap atau berada di atas kasurnya selama ia meninggalkannya, seperti debu, serangga, atau binatang berbahaya lainnya yang bisa mengganggu tidur.

Berapa kali sunnahnya mengibas kasur dan apa yang harus dibaca?

Berdasarkan keterangan dari hadits riwayat Shahih Bukhari dan Sunan Tirmidzi, sunnahnya adalah mengibaskan alas tidur sebanyak tiga kali menggunakan ujung kain, sarung, atau alat pembersih lainnya. Selain itu, berdasarkan riwayat Shahih Muslim, sangat dianjurkan untuk menyebut nama Allah (mengucapkan Bismillah) saat melakukan kibasan tersebut sebelum membaca doa tidur.

Apakah sunnah ini tetap berlaku jika kita hanya bangun sebentar di pertengahan malam?

Ya, tetap berlaku. Jika seseorang terbangun lalu beranjak dari tempat tidurnya (misalnya untuk mengambil air wudhu atau buang hajat), kemudian ia kembali lagi ke kasurnya, ia tetap dianjurkan untuk mengibaskan kasurnya kembali sebanyak tiga kali. Hal ini karena selama ia pergi, ia tidak mengetahui apa yang mungkin terjatuh atau hinggap di tempat tidurnya.

Sumber: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Tirmidzi, Mukhtashar Minhajul Qashidin.