Dalam Islam, kebersihan fisik memiliki kedudukan yang sangat istimewa karena berkaitan erat dengan keabsahan ibadah. Mandiโkhususnya mandi wajib (janabat)โbukan sekadar rutinitas membersihkan tubuh dari kotoran, melainkan sebuah ibadah bersuci yang memiliki adab dan tata cara tersendiri sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah ๏ทบ.
Melalui riwayat-riwayat yang shahih dari para istri Nabi dan para sahabat, kita mendapatkan gambaran utuh tentang kesempurnaan syariat dalam mengatur urusan kebersihan. Berikut adalah 10 panduan adab dan tata cara mandi bersuci sesuai tuntunan sunnah yang patut kita amalkan.
Panduan Adab dan Tata Cara Mandi Sesuai Sunnah
1. Berniat dan Membaca Basmalah
Sebagaimana ibadah lainnya, mandi wajib harus diawali dengan niat di dalam hati untuk menghilangkan hadats besar. Niat inilah yang membedakan antara mandi ibadah dengan mandi biasa. Setelah berniat, disunnahkan untuk membaca basmalah karena ia disyariatkan pada setiap awal perbuatan yang baik.
2. Menutup Diri (Memasang Tabir) Saat Mandi
Islam sangat menjaga kehormatan dan rasa malu umatnya. Ketika mandi, seorang muslim sangat dianjurkan untuk melakukannya di tempat yang tertutup dan terhalang dari pandangan orang lain, baik dengan dinding maupun kain penutup.
ุฅูููู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌูููู ุญูููููู ุณูุชูููุฑู ููุญูุจูู ุงููุญูููุงุกู ููุงูุณููุชูุฑู ููุฅูุฐูุง ุงุบูุชูุณููู ุฃูุญูุฏูููู ู ููููููุณูุชูุชูุฑู
“Sesungguhnya Allah SWT Dzat yang Maha Pemalu dan Maha Menutupi serta mencintai sikap malu dan menutupi. Jadi, bila salah seorang di antara kalian mandi, buatlah sebuah penutup.”
Sumber: HR. Abu Daud
Derajat: Shahih
3. Mencuci Kedua Telapak Tangan Terlebih Dahulu
Langkah fisik pertama yang dicontohkan Rasulullah ๏ทบ adalah tidak langsung mencelupkan tangan ke dalam wadah air. Beliau memulainya dengan menuangkan air dan mencuci kedua telapak tangan sebanyak dua atau tiga kali agar air di dalam wadah tetap suci dan bersih dari kemungkinan kotoran yang menempel di tangan.
4. Mencuci Kemaluan dan Menggosokkan Tangan ke Tanah/Sabun
Setelah telapak tangan bersih, tuangkan air menggunakan tangan kanan ke telapak tangan kiri, lalu gunakan tangan kiri tersebut untuk membersihkan kemaluan serta kotoran (seperti sisa air mani) yang ada di sekitarnya. Setelah itu, gosokkan tangan kiri ke dinding, tanah, atau sabun (di era sekarang) agar benar-benar bersih sebelum memulai wudhu.
ููุบูุณููู ููุฏููููู ู ูุฑููุชููููู ุฃููู ุซูููุงุซูุง ุซูู ูู ุฃูููุฑูุบู ุนูููู ุดูู ูุงูููู ููุบูุณููู ู ูุฐูุงูููุฑููู ุซูู ูู ู ูุณูุญู ููุฏููู ุจูุงููุฃูุฑูุถู ุซูู ูู ู ูุถูู ูุถู ููุงุณูุชูููุดููู ููุบูุณููู ููุฌููููู ููููุฏููููู ุซูู ูู ุฃูููุงุถู ุนูููู ุฌูุณูุฏููู ุซูู ูู ุชูุญูููููู ู ููู ู ูููุงูููู ููุบูุณููู ููุฏูู ููููู
“Beliau mencuci kedua telapak tangannya dua atau tiga kali. Kemudian beliau menuangkan air ke telapak tangan kirinya dan membasuh kemaluannya, kemudian beliau usapkan tangannya ke tanah, kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung, lalu membasuh wajah dan kedua tangannya. Kemudian beliau mengguyur seluruh tubuhnya. Setelah itu beliau bergeser dari tempatnya semula, lalu mencuci kedua kakinya.”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
5. Berwudhu Sempurna Sebelum Mandi
Sebelum mengguyurkan air ke seluruh badan, disunnahkan untuk mengambil wudhu secara sempurna persis seperti wudhu yang dilakukan ketika hendak mendirikan shalat. Hal ini menegaskan pentingnya menyucikan anggota-anggota wudhu secara khusus sebelum menyucikan anggota tubuh secara umum.
6. Menyela-nyela Pangkal Rambut
Sebelum kepala diguyur dengan air, Rasulullah ๏ทบ mencontohkan untuk membasahi jari-jemari tangan lalu memasukkannya ke sela-sela rambut hingga menyentuh kulit kepala. Langkah ini memastikan bahwa air nantinya benar-benar meresap dan membasahi seluruh bagian kepala tanpa terhalang ketebalan rambut.
ููุงูู ุฅูุฐูุง ุงุบูุชูุณููู ู ููู ุงููุฌูููุงุจูุฉู ุจูุฏูุฃู ููุบูุณููู ููุฏููููู ุซูู ูู ููุชูููุถููุฃู ููู ูุง ููุชูููุถููุฃู ูููุตููููุงุฉู ุซูู ูู ููุฏูุฎููู ุฃูุตูุงุจูุนููู ููู ุงููู ูุงุกู ููููุฎูููููู ุจูููุง ุฃูุตูููู ุดูุนูุฑููู ุซูู ูู ููุตูุจูู ุนูููู ุฑูุฃูุณููู ุซูููุงุซู ุบูุฑููู ุจูููุฏููููู ุซูู ูู ูููููุถู ุงููู ูุงุกู ุนูููู ุฌูููุฏููู ููููููู
“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi karena janabat, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
7. Mengguyur Kepala Sebanyak Tiga Kali
Setelah pangkal rambut basah, ambil air dengan telapak tangan dan guyurkan ke atas kepala. Rasulullah ๏ทบ membiasakan mengguyur kepalanya sebanyak tiga kali cidukan untuk memastikan seluruh rambut dan kulit kepala tersiram sempurna.
8. Menyiram Seluruh Tubuh dan Mendahulukan Bagian Kanan
Setelah kepala selesai, guyurkan air ke seluruh sisa tubuh. Sangat disunnahkan untuk mendahulukan membasuh tubuh bagian kanan, kemudian dilanjutkan ke bagian kiri. Hal ini selaras dengan kebiasaan Nabi ๏ทบ yang selalu menyukai mendahulukan bagian kanan (tayammun) dalam segala urusan kebaikan dan bersuci.
ููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุญูุจูู ุงูุชููููู ูููู ู ูุง ุงุณูุชูุทูุงุนู ููู ุทููููุฑููู ููุชูููุนูููููู ููุชูุฑูุฌูููููู
“Rasulullah SAW menyukai tayammun (mendahulukan yang kanan) semampunya dalam masalah bersuci, memakai sandal, serta menyisir rambutnya.”
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih
9. Bergeser Tempat untuk Mencuci Kedua Kaki
Apabila tempat mandi terbuat dari tanah atau rentan membuat kaki kembali kotor oleh sisa basuhan mandi, maka sunnah mengajarkan kita untuk bergeser sedikit dari titik awal berdiri. Setelah bergeser, cucilah kedua telapak kaki sebagai penutup rangkaian mandi wajib tersebut.
10. Menghemat Air dan Tidak Berlebih-lebihan
Islam adalah agama pertengahan. Meskipun kita sedang membersihkan seluruh tubuh, kita dilarang memboroskan air. Rasulullah ๏ทบ memberikan teladan luar biasa dengan menggunakan volume air yang sangat sedikit namun tetap efektif membasuh seluruh tubuhnya dengan sempurna.
ููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุบูุณููู ุฃููู ููุงูู ููุบูุชูุณููู ุจูุงูุตููุงุนู ุฅูููู ุฎูู ูุณูุฉู ุฃูู ูุฏูุงุฏู ููููุชูููุถููุฃู ุจูุงููู ูุฏูู
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membasuh, atau mandi dengan satu sha’ hingga lima mud, dan berwudlu dengan satu mud.”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
Sebagai catatan, 1 sha’ setara dengan sekitar 4 cakupan penuh kedua telapak tangan orang dewasa (kurang lebih 2,5 hingga 3 liter air). Hal ini mengajarkan bahwa kesucian tidak bergantung pada seberapa banyak air yang tumpah, melainkan seberapa merata air tersebut mengenai kulit.
Kesimpulan & Hikmah
Tata cara mandi junub yang diajarkan oleh Rasulullah ๏ทบ menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan detail kebersihan dan kesucian. Mengikuti urutan adab ini, mulai dari membersihkan kotoran terlebih dahulu, berwudhu, menyela rambut, hingga meratakan air, secara medis terbukti lebih sehat dan sistematis. Mengamalkan sunnah ini bukan hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga membuahkan pahala serta kesucian batin yang melapangkan jalan kita untuk kembali menghadap Allah Ta’ala dalam shalat.
FAQ: Pertanyaan Seputar Adab Mandi
Apakah wanita wajib melepas ikatan atau sanggul rambutnya saat mandi junub?
Di antara pendapat yang disebutkan oleh ulama berdasarkan hadits shahih, seorang wanita tidak diwajibkan untuk mengurai atau melepas ikatan rambutnya ketika mandi junub. Cukuplah baginya mengguyurkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali, asalkan dipastikan air tersebut meresap dan membasahi hingga ke kulit kepala (akar rambut).
Apakah harus mengulang wudhu lagi setelah selesai mandi wajib?
Jika seseorang telah melaksanakan wudhu di awal proses mandi, dan selama mandi ia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan wudhu (seperti menyentuh kemaluan tanpa penghalang), maka ia tidak perlu lagi berwudhu setelah mandi. Terdapat riwayat shahih dari Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menjelaskan bahwa Rasulullah ๏ทบ tidak berwudhu lagi setelah selesai mandi junub.
Bolehkah mengeringkan badan dengan handuk setelah mandi?
Mengeringkan badan menggunakan handuk atau kain setelah mandi diperbolehkan. Memang terdapat riwayat bahwa Rasulullah ๏ทบ pernah disodori kain (handuk) oleh Maimunah namun beliau menolaknya dan memilih mengibaskan air dengan tangannya. Namun sebagian ulama menjelaskan bahwa penolakan tersebut bukanlah sebuah larangan, dan tidak mengapa menggunakan handuk jika dibutuhkan.
Sumber: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Abu Daud, Mulakhkhas Fiqhi.