Adab Makan dan Minum: 15 Panduan Sunnah untuk Menggapai Keberkahan Makanan

Ajaran Islam mengatur tata cara makan dan minum agar rutinitas harian tidak sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga bernilai ibadah yang mendatangkan keberkahan. Petunjuk dari Al-Qur’an dan teladan Rasulullah ﷺ memberikan panduan lengkap tentang bagaimana seorang muslim adab ketika menyantap hidangan.

Berikut adalah 15 panduan adab makan dan minum berdasarkan tuntunan sunnah yang patut kita amalkan.

Panduan Adab Makan dan Minum Sesuai Sunnah

1. Memastikan Makanan Halal dan Thayyib

Langkah paling mendasar sebelum makan adalah memastikan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi berasal dari sumber yang halal dan baik (thayyib). Makanan yang halal merupakan syarat diterimanya amal ibadah dan doa seorang hamba.

📖 Al-Qur’an

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ﴿١٦٨﴾

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

2. Membaca Basmalah Sebelum Makan

Menyebut nama Allah di awal makan akan menghalangi setan untuk ikut campur menikmati hidangan tersebut. Jika seseorang lupa membacanya di awal, ia dianjurkan membaca “Bismillahi awwalahu wa akhirahu” (Dengan nama Allah di awal dan akhirnya).

3. Menggunakan Tangan Kanan

Seorang muslim diwajibkan untuk senantiasa makan dan minum menggunakan tangan kanan. Rasulullah melarang keras makan dengan tangan kiri karena hal tersebut merupakan kebiasaan setan.

4. Mengambil Makanan yang Terdekat

Sebagai bentuk kesopanan dan tata krama, terutama ketika makan bersama dalam satu nampan, kita dianjurkan untuk mengambil makanan yang berada paling dekat dengan kita, kecuali jika hidangan tersebut beraneka ragam jenisnya.

📜 Hadits

يَا غُلَامُ ! سَمِّ اَللَّهَ , وَكُلْ بِيَمِينِكَ , وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak muda, bacalah bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu dan (makanlah) apa yang ada di sekitarmu.”

Periwayat: Umar bin Abi Salamah
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih

5. Duduk dengan Benar dan Tidak Bersandar

Makan sambil bersandar dimakruhkan karena menunjukkan sikap sombong dan menyerupai orang yang ingin makan dalam jumlah banyak. Rasulullah mencontohkan duduk dengan penuh kerendahan hati saat menyantap hidangan.

📜 Hadits

لَا آكُلُ مُتَّكِئًا

“Aku tidak makan dengan cara bersandar.”

Periwayat: Abu Juhaifah
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih

6. Tidak Mencela Makanan

Mencela makanan adalah sifat yang buruk karena makanan adalah rezeki dari Allah. Jika kita menyukai suatu hidangan, maka makanlah. Namun jika hati kurang berkenan, cukup tinggalkan tanpa perlu melontarkan kritikan atau celaan.

📜 Hadits

مَا عَابَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ , كَانَ إِذَا اِشْتَهَى شَيْئًا أَكَلَهُ , وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau menginginkan sesuatu, beliau memakannya dan jika beliau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.”

Periwayat: Abu Hurairah
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih

7. Makan Bersama-sama (Berjamaah)

Mengumpulkan anggota keluarga atau kerabat untuk makan bersama dalam satu hidangan dapat mendatangkan keberkahan yang berlimpah, dibandingkan makan secara sendiri-sendiri.

8. Makan dari Pinggir Mangkuk

Ketika menyantap makanan dari sebuah nampan atau mangkuk, sangat dianjurkan untuk memulai dari bagian pinggir, bukan langsung ke tengah atau puncak makanan. Keberkahan makanan turun dari bagian tengahnya.

📜 Hadits

“Jika makanan telah dihidangkan, maka makanlah bagian pinggirnya dan tinggalkanlah tengahnya. Karena keberkahan itu terdapat di bagian tengahnya.”

Periwayat: Ibnu Abbas
Sumber: HR. Abu Daud dan Tirmidzi
Derajat: Shahih

9. Mengambil Makanan yang Terjatuh

Bila ada suapan makanan yang tak sengaja jatuh, sunnah mengajarkan kita untuk mengambilnya, menyingkirkan kotoran yang mungkin menempel, lalu memakannya. Hal ini dilakukan agar bagian makanan tersebut tidak menjadi bagian untuk setan.

10. Makan dengan Tiga Jari dan Menjilatinya

Apabila jenis makanannya memungkinkan (seperti kurma atau roti), disunnahkan memakannya menggunakan tiga jari. Setelah selesai, disunnahkan pula untuk menjilati sisa makanan di jari sebelum membersihkannya dengan kain atau mencucinya, karena kita tidak tahu di bagian mana keberkahan itu berada.

11. Menjaga Porsi Makan (Sepertiga Perut)

Islam sangat melarang sikap rakus dan berlebihan. Porsi makan yang ideal dan paling menyehatkan bagi pencernaan adalah membagi kapasitas perut menjadi tiga bagian secara seimbang.

📜 Hadits

“Tidaklah seorang anak Adam memenuhi tempat yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suapan yang dapat menguatkan tulang punggungnya. Jika ia tidak dapat melakukan yang demikian, hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernafasannya.”

Periwayat: Al Miqdam bin Ma’dikarib
Sumber: HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah
Derajat: Shahih

12. Adab Minum: Tidak Meniup dan Bernapas di Luar Gelas

Ketika minum, kita dilarang bernapas di dalam gelas atau meniup minuman yang masih panas. Caranya adalah dengan meminumnya seteguk demi seteguk, dan menjauhkan gelas dari mulut saat hendak mengambil napas. Rasulullah mencontohkan bernapas tiga kali di luar gelas saat minum agar lebih menyehatkan dan melegakan.

13. Adab Minum: Diutamakan Sambil Duduk

Rasulullah melarang umatnya minum sambil berdiri. Akan tetapi, sebagian ulama menjelaskan bahwa larangan ini bersifat anjuran untuk melakukan yang lebih utama (makruh tanzih), karena dalam kondisi tertentu, Rasulullah pernah minum air Zamzam sambil berdiri. Meskipun demikian, minum sambil duduk tetap menjadi praktik yang paling sempurna.

14. Menghindari Penggunaan Bejana Emas dan Perak

Menggunakan piring, sendok, atau gelas yang terbuat dari emas murni dan perak sangat dilarang dalam Islam, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Bejana tersebut adalah fasilitas bagi penduduk surga kelak di akhirat.

📜 Hadits

لَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهِمَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَكُمْ فِي الْآخِرَةِ

“Janganlah kalian minum pada bejana yang terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula kalian makan dengan piring yang terbuat dari keduanya, karena sesungguhnya barang-barang itu untuk mereka (orang-orang kafir) di dunia sedangkan bagi kalian di akhirat.”

Periwayat: Hudzaifah bin Al-Yaman
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih

15. Membaca Hamdalah Setelah Makan

Sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah Allah karuniakan tanpa daya dan kekuatan dari kita, akhiri selalu prosesi makan dan minum dengan memuji keagungan-Nya.

📜 Hadits

“Barangsiapa memakan makanan, kemudian membaca, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan telah memberiku rezeki tanpa daya dan usahaku,’ niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Periwayat: Mu’adz bin Anas Al Juhani
Sumber: HR. Abu Daud dan Tirmidzi
Derajat: Hasan

Kesimpulan & Hikmah

Mengamalkan adab-adab makan dan minum bukan sekadar rutinitas untuk menjaga kesehatan jasmani, melainkan manifestasi ketundukan kita kepada syariat Allah. Dengan mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ, dari memastikan kehalalan hidangan hingga membaca doa setelahnya, setiap suapan dan tegukan air akan bernilai ibadah yang menggugurkan dosa serta mendatangkan keberkahan yang hakiki dalam kehidupan kita.

FAQ: Pertanyaan Seputar Adab Makan dan Minum

Apakah minum sambil berdiri diharamkan secara mutlak?

Sebagian ulama menjelaskan bahwa minum sambil duduk sangat diutamakan dan minum sambil berdiri dimakruhkan. Namun, hal ini bukanlah pengharaman mutlak karena dalam riwayat yang shahih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah minum air Zamzam sambil berdiri saat kondisi tertentu membutuhkan hal tersebut. Namun, posisi duduk tetap menjadi petunjuk yang paling sempurna.

Bagaimana jika saya lupa membaca basmalah di awal makan?

Manusia adalah tempatnya lupa. Jika Anda baru teringat di pertengahan proses makan bahwa Anda belum membaca basmalah, maka bacalah: “Bismillahi awwalahu wa akhirahu” (Dengan menyebut nama Allah untuk permulaan dan akhirnya). Hal ini akan mencegah setan untuk terus ikut menikmati makanan Anda.

Mengapa dilarang bernapas di dalam gelas saat minum?

Selain karena larangan dari tuntunan Rasulullah ﷺ, bernapas di dalam gelas dapat memindahkan kotoran atau kuman dari napas kita ke dalam air yang akan diminum. Menjauhkan gelas saat bernapas juga mencegah seseorang dari tersedak dan menjaga minuman tetap bersih, terutama jika gelas tersebut akan dibagikan kepada orang lain.

Sumber: Al-Qur’an, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Abu Daud, Shahih Sunan Tirmidzi, Shahih Sunan Ibnu Majah, Bulughul Maram, Syarah Riyadhush Shalihin, Minhajul Muslim, Tafsir Ibnu Katsir.