Menggunakan kendaraan bermotor, pesawat, atau kapal laut telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Dalam ajaran Islam, setiap langkah perjalanan bukanlah sekadar perpindahan fisik, melainkan kesempatan untuk memohon perlindungan dan mengingat kebesaran Allah Ta’ala yang telah memudahkan urusan hamba-Nya.
Agar perjalanan senantiasa dinaungi keselamatan, keberkahan, dan bernilai pahala, syariat Islam telah mengajarkan serangkaian adab dan doa yang dibaca saat naik kendaraan. Berikut adalah panduan adab naik kendaraan sesuai dengan tuntunan sunnah Rasulullah ﷺ.
Panduan Adab dan Doa Naik Kendaraan Sesuai Sunnah
1. Membaca Bismillah Saat Memulai Naik
Langkah pertama ketika hendak menaiki kendaraan, baik saat membuka pintu mobil, melangkah ke atas motor, maupun menaiki tangga pesawat, adalah menyertakan asma Allah. Hal ini dipraktikkan langsung oleh para sahabat Nabi. Ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu meletakkan kakinya di atas pelana kendaraannya, beliau mengucapkan “Bismillah”.
2. Membaca Alhamdulillah Setelah Duduk Sempurna
Setelah posisi duduk terasa nyaman dan stabil di dalam atau di atas kendaraan, adab selanjutnya adalah memuji Allah. Segala bentuk kemudahan transportasi pada hakikatnya adalah nikmat dari Allah yang wajib disyukuri sebelum perjalanan dimulai.
3. Membaca Doa Berkendara Sesuai Ayat Al-Qur’an
Inti dari doa naik kendaraan adalah pengakuan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Tanpa penundukan dari Allah, manusia tidak akan mampu mengendalikan kendaraan bermesin maupun hewan tunggangan. Oleh karena itu, kita disyariatkan untuk membaca ayat Al-Qur’an berikut:
… لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ﴿١٣﴾ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ﴿١٤﴾
“…Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: ‘Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami’.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)
4. Menyempurnakan dengan Tahmid, Takbir, dan Istighfar
Setelah membaca ayat di atas, sunnah yang diajarkan adalah melengkapinya dengan rangkaian zikir dan permohonan ampun. Ali bin Rabi’ah mengisahkan urutan lengkap doa yang diucapkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang merujuk pada teladan Rasulullah ﷺ.
الْحَمْدُ لِلَّهِ ثَلَاثًا وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثَلَاثًا سُبْحَانَكَ إِنِّي قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
“Kemudian mengucapkan ‘Alhamdulillah’ tiga kali, ‘Allahu Akbar’ tiga kali, lalu membaca: ‘Maha suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku, maka ampunilah aku! Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau’.”
Sumber: HR. Tirmidzi dan Abu Daud
Derajat: Shahih
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla sangat kagum dan rida kepada hamba-Nya yang menyadari bahwa tiada Dzat yang mampu mengampuni dosa-dosanya selain Allah.
5. Membaca Doa Safar (Jika Menempuh Perjalanan Jauh)
Apabila kendaraan tersebut digunakan untuk bepergian jauh (safar) ke luar kota atau luar negeri, maka sangat dianjurkan untuk menyambung doa naik kendaraan di atas dengan doa safar yang bertujuan memohon perlindungan dari kesulitan di perjalanan.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”
Sumber: HR. Muslim
Derajat: Shahih
6. Bertakbir Saat Jalan Menanjak dan Bertasbih Saat Menurun
Sepanjang perjalanan, seorang musafir dianjurkan untuk terus menghidupkan zikir yang disesuaikan dengan kondisi jalan yang dilaluinya. Hal ini dilakukan agar keangkuhan tidak menyusup ke dalam hati ketika berada di tempat tinggi, serta senantiasa menyucikan Allah di tempat yang rendah.
كُنَّا إِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَإِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا
“Apabila kami berjalan mendaki (naik), kami bertakbir (Allahu Akbar) dan apabila menuruni jalan kami bertasbih (Subhanallah).”
Sumber: HR. Bukhari
Derajat: Shahih
Kesimpulan & Hikmah
Membaca doa naik kendaraan adalah wujud nyata ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Adab ini mendidik kita untuk menyadari bahwa keselamatan di jalan raya murni berada dalam genggaman Allah, bukan semata-mata karena kecanggihan kendaraan atau kelihaian pengemudi. Dengan menjadikan zikir sebagai kawan di perjalanan, rasa lelah akan berubah menjadi guguran pahala, dan kecemasan akan berganti menjadi ketenangan yang dijaga oleh malaikat-Nya.
FAQ: Pertanyaan Seputar Naik Kendaraan
Apakah doa naik kendaraan ini berlaku untuk mobil, pesawat, atau kereta?
Ya, berlaku untuk seluruh moda transportasi. Para ulama ahli tafsir ketika menjelaskan Surat Az-Zukhruf ayat 13 menyatakan bahwa penyebutan “kapal dan hewan ternak” mencakup setiap alat transportasi yang diciptakan atau ditundukkan oleh Allah untuk mempermudah pergerakan manusia, baik di darat, laut, maupun udara.
Apa yang harus diucapkan jika kendaraan tergelincir atau hampir celaka?
Dalam riwayat shahih Sunan Abu Daud, terdapat kisah ketika tunggangan Nabi ﷺ tergelincir, seorang sahabat berkata “Celakalah setan”. Nabi ﷺ segera menegurnya dan bersabda: “Janganlah kau katakan ‘celakalah setan’, karena jika engkau berkata demikian, setan itu akan membesar… Melainkan ucapkanlah bismillah (dengan nama Allah), karena jika engkau ucapkan itu, maka setan akan mengecil hingga seperti lalat.” Oleh karena itu, biasakan lisan untuk mengucap “Bismillah” saat terjadi kendala berkendara.
Apakah doa safar wajib dibaca setiap kali naik kendaraan?
Tidak. Doa Subhanalladzi sakhkhara lana hadza… (Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini…) disunnahkan untuk dibaca setiap kali seseorang menaiki kendaraan, meskipun hanya untuk perjalanan dekat sehari-hari. Adapun doa safar (Allahumma inna nas’aluka fi safarina…) secara khusus disyariatkan ketika seseorang memulai perjalanan jauh yang masuk dalam kategori safar (bepergian ke luar kota/negeri).
Sumber: Al-Qur’an, Tafsir Ibnu Katsir, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Abu Daud, Shahih Sunan Tirmidzi, Ringkasan Zad Al Ma’ad.