Adab Menjaga Persaudaraan: 6 Amalan untuk Memperkokoh Ukhuwah Islamiyah

Menjaga ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim merupakan salah satu pilar utama yang sangat ditekankan dalam syariat Islam. Kedamaian dan kekuatan umat sangat bergantung pada seberapa erat ikatan kasih sayang, rasa saling menghargai, dan perlindungan terhadap hak-hak antarindividu di dalamnya.

Islam tidak membiarkan persaudaraan hanya sebatas ikatan emosional tanpa aturan. Syariat telah merumuskan panduan dan adab yang sangat terperinci agar setiap muslim mengetahui kewajiban dan haknya terhadap saudaranya. Berikut adalah 6 amalan mulia sesuai sunnah Rasulullah ﷺ untuk memperkokoh persaudaraan.

6 Amalan Menjaga Persaudaraan Sesuai Sunnah

1. Menyadari Perumpamaan Mukmin Bagaikan Satu Tubuh

Fondasi utama dalam menjaga persaudaraan adalah menumbuhkan rasa empati yang mendalam. Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan yang sangat indah bahwa seluruh kaum mukminin sejatinya adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Penderitaan satu orang muslim seharusnya menjadi duka bagi muslim lainnya.

📜 Hadits

تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).”

Periwayat: An-Nu’man bin Basyir
Sumber: HR. Bukhari no. 5552
Derajat: Shahih

2. Mencintai Kebaikan untuk Saudaranya

Syariat menetapkan bahwa keimanan seseorang belum mencapai derajat kesempurnaan apabila ia masih memiliki sifat egois. Seorang mukmin yang sejati diwajibkan untuk menginginkan kebaikan, kesuksesan, dan hidayah bagi saudaranya persis sebagaimana ia menginginkannya untuk dirinya sendiri.

📜 Hadits

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri.”

Periwayat: Anas bin Malik
Sumber: HR. Bukhari no. 12 dan Muslim
Derajat: Muttafaq ‘alaih

3. Menunaikan Enam Hak Sesama Muslim

Persaudaraan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Syariat telah menetapkan enam hak dasar yang wajib ditunaikan oleh seorang muslim terhadap saudaranya untuk menjaga keharmonisan dalam bermuamalah di tengah masyarakat.

📜 Hadits

حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ

“Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia memanggilmu penuhilah; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah jenazahnya.”

Periwayat: Abu Hurairah
Sumber: HR. Muslim
Derajat: Shahih

4. Menolong Saudara (Yang Terzalimi Maupun Berbuat Zalim)

Bentuk cinta seorang saudara adalah tidak membiarkan saudaranya binasa. Islam memberikan panduan unik dalam tolong-menolong: kita diwajibkan menolong saudara yang teraniaya agar mendapatkan haknya, sekaligus menolong saudara yang berbuat zalim agar ia tidak terjerumus lebih dalam pada dosanya.

📜 Hadits

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالَ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ

“Tolonglah saudaramu yang berbuat zhalim (aniaya) dan yang dizhalimi”. Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, jelas kami faham menolong orang yang dizhalimi tapi bagaimana kami harus menolong orang yang berbuat zhalim?” Beliau bersabda: “Pegang tangannya (agar tidak berbuat zhalim).”

Periwayat: Anas bin Malik
Sumber: HR. Bukhari no. 2264
Derajat: Shahih

5. Menjauhi Hasad dan Menjaga Kehormatan

Penyakit hati seperti hasad (dengki), mencari-cari aib, dan sikap saling mendiamkan adalah perusak utama ukhuwah Islamiyah. Rasulullah ﷺ melarang keras sifat-sifat ini dan menekankan pentingnya menjaga kehormatan harta dan darah sesama muslim.

📜 Hadits

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

“Janganlah kalian saling mendengki, saling memfitnah, saling membenci, dan saling memusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual beli sesuatu yang masih dalam penawaran muslim lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina. Takwa itu ada di sini (Rasulullah menunjuk dadanya, sebanyak tiga kali). Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia menghina saudaranya sesama muslim. Muslim yang satu dengan yang Iainnya haram darahnya. hartanya, dan kehormatannya.”

Periwayat: Abu Hurairah
Sumber: HR. Muslim no. 4650
Derajat: Shahih

6. Mendamaikan Saudara yang Berselisih (Islah)

Tidak jarang interaksi sesama manusia memicu perselisihan. Namun, syariat memberikan jalan keluar terbaik, yakni kewajiban bagi muslim lainnya untuk mengambil peran sebagai penengah yang mendamaikan (islah) agar ikatan persaudaraan tidak terputus.

📖 Al-Qur’an

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠﴾

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Kesimpulan & Hikmah

Menjaga persaudaraan dalam Islam bukan sekadar imbauan etis, melainkan perintah yang sangat mulia dengan ganjaran pahala yang besar. Dengan membersihkan hati dari sifat dengki, bersegera menunaikan enam hak dasar muslim, mencegah saudara dari kezaliman, serta senantiasa berusaha mendamaikan perselisihan, seorang muslim hakikatnya sedang merajut kekuatan umat. Ketulusan dalam ukhuwah ini akan mendatangkan rahmat dan perlindungan dari Allah Ta’ala kelak di dunia maupun di akhirat.

FAQ: Pertanyaan Seputar Menjaga Persaudaraan

Apakah boleh mendiamkan saudara sesama muslim saat sedang marah?

Sifat marah adalah wajarwi bagi manusia, namun Islam memberikan batasan yang adil. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshari, diharamkan bagi seorang muslim untuk memutus hubungan atau mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari tiga malam. Jika batas waktu tersebut terlewati, maka yang paling baik di antara keduanya adalah yang pertama kali mengambil inisiatif untuk mengucapkan salam.

Bagaimana cara menolong saudara yang terang-terangan berbuat zalim?

Sebagaimana petunjuk Rasulullah ﷺ dalam hadits riwayat Bukhari, menolong saudara yang berbuat zalim bukanlah dengan mendukung atau membenarkan perbuatannya, melainkan dengan cara memegang tangannya, yaitu mencegah, melarang, atau menasihatinya agar ia tidak melanjutkan kezaliman tersebut. Tindakan pencegahan ini adalah wujud kasih sayang agar ia tidak terus menambah dosanya.

Apakah mendoakan saudara secara diam-diam memiliki keutamaan?

Ya, sangat memiliki keutamaan. Berdasarkan riwayat dalam Sunan Abu Daud (no. 1534) dari Ummu Darda’ radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa apabila seorang mukmin mendoakan kebaikan bagi saudaranya yang jauh (tanpa sepengetahuannya), maka malaikat akan mengaminkannya seraya berkata, “Aamiin, wa laka bimitsli (Kabulkanlah, dan bagimu juga seperti itu).” Hal ini adalah salah satu cara terindah untuk memperkuat ikatan batin persaudaraan.

Sumber: Al-Qur’an, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunan Abu Daud, Bulughul Maram.